Headlines News :

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

PENGUNJUNG

DIRGAHAYU KORPS MARINIR YANG KE 67 TAHUN

Selasa, 22 Januari 2013

Polisi Periksa 90 Orang dalam Kerusuhan di Sumbawa


Pasca rusuh sekelompok warga di Sumbawa Barat, kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap 90 orang yang berhasil diamankan. Mereka diminta keterangannya mengenai aksi penghasutan yang berbuntut terjadinya aksi perusakan.
Jakarta - Pasca rusuh sekelompok warga di Sumbawa Barat, kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap 90 orang yang berhasil diamankan. Mereka diminta keterangannya mengenai aksi penghasutan yang berbuntut terjadinya aksi perusakan. "90 orang ini diperiksa terkait penghasutan dan aksi perusakan yang dilakukan kemarin di Sumbawa. Karena dua aksi tersebut termasuk bagian dari pelanggaran hukum yang harus dipertanggungjawabkan," kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Rabu (23/1/2013). Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Sumbawa. Berdasarkan hasil identifikasi pihak kepolisian, terdapat 13 rumah dan 2 ruko dirusak massa, serta pasar tradisional dan hotel juga turut menjadi bulan-bulanan warga yang mengamuk. "Tidak ada laporan korban jiwa," ujar Boy. Menurut Boy, aksi perusakan massa itu bermula dari miss komunikasi terkait dengan insiden kecelakaan lalu lintas, yang melibatkan salah satu anggota polisi dan seorang perempuan yang meninggal dunia. "Ini dampak dari adanya miss komunikasi akibat korban dari laka lantas diisukan penganiayaan," terang Boy. Sebanyak 1.300 personel Polri dibantu unsur TNI masih terus melakukan pengamanan di lokasi rusuh. Disinggung apakah 90 orang tersebut terdapat mahasiswa, karena sebelum aksi perusakan didahului oleh aksi demonstrasi mahasiswa? "Kita belum telusuri latar belakang mereka, apakah mahasiswa atau warga," jawab Boy. Mengenai kondisi anggota polisi yang terluka, Boy mengatakan, kondisi kesehatan GES berangsur pulih. Boy meminta semua pihak menahan diri dan tidak terpancing provokasi sehingga menimbulkan bentrok susulan. "Yang jelas akibat miss informasi ini pihak-pihak yang ada menahan diri untuk tidak terprovokasi," kata Boy.(detiknews)

Rabu, 07 November 2012

TERORIS POSO: 300 Personel Polri dan TNI Sisir POSO PESISIR


 
Jibi
Personel Polri dan TNI sedang melakukan pengamanan, Ilustrasi
POSO, Sulteng– Satgas penegakan hukum yang beranggotakan sekitar 300 personel Polri dan TNI kembali melakukan penyisiran di hutan Gunung Biru, Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Rabu.
Operasi yang melibatkan dua SSK polisi dan satu SSK TNI itu bermaksud mengejar kelompok-kelompok garis keras pelaku teror di Poso dan sekitarnya selama ini yang diduga masih bersembunyi dan berlatih di kawasan tersebut, kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana di lokasi penyisiran Dusun Tamanjeka, sekitar 20 km utara Kota Poso, Rabu.
Penyisiran besar-besaran ini, kata Kapolda, akan dilaksanakan selama tiga hari. Menurut Kapolda, target utama operasi adalah membersihkan ranjau yang dipasang oleh para pelaku teror yang selama ini menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat berlatih.
Ranjau tersebut membahayakan masyarakat setempat mengingat kawasan Gunung Biru lahan perkebunan kakao milik warga yang cukup produktif.
Target berikutnya, kata Kapolda, adalah mencari oknum-oknum pelaku teror yang kemungkinan masih bersembunyi di lokasi tersebut sehingga mereka tidak keluar dan masuk dalam kota Poso melakukan tindakan-tindakan terorisme.
Kapolda menduga, oknum-oknum pelaku teror yang selama ini bersembunyi dan berlatih di Gunung Biru sudah masuk kota dan berbaur dengan masyarakat.
Ia berharap, dengan operasi ini, situasi keamanan di Kota Poso dan sekitarnya akan semakin pulih. Ia juga membenarkan bahwa polisi saat ini sedang berupaya menjangkau sebuah titik berupa gua di kawasan Gunung Biru yang dijadikan para pelaku teror tersebut sebagai gudang logistik mereka.
Hingga pukul 15.00 WITA, operasi tersebut belum menemukan ranjau, bahan peledak atau oknum pelaku teror, namun sehari sebelumnya, polisi yang selama ini mengepung kawasan Gunung Biru menemukan sebuah senjata api di salah satu lokasi pekrebunan kakao.
Kapolda Dewa Parsana yang sudah sekitar dua pekan berkantor di Poso mengatakan masih akan terus berada di kota itu untuk mengendalikan operasi penegakan hukum dan pemulihan keamanan.
Ia juga terus melakukan safari kepada tokoh-tokoh agama, masyarakat dan pemerintah setempat sampai ke tingkat desa untuk menjelaskan operasi yang sedang dilaksanakan polri dan TNI untuk mendapatkan dukungan masyarakat.
“Tanpa dukungan masyarakat, operasi penegakan hukum ini akan sulit mencapai sasaran,” ujar Dewa Parsana.
Ketika ditanya tentang tuduhan sementara pihak bahwa polisi telah salah sasaran dalam menangkap dan menembak warga yang diduga terlibat aliran garis keras dan aksi teror, Kapolda Dewa Parsana menegaskan bahwa operasi penegakan hukum ini tidak salah sasaran.
“Semua sudah sesuai sasaran. Mereka itu memang target operasi kami,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah warga yang mengaku sebagai target salah tangkap dan mendapat penganiayaan petugas pada operasi penegakan hukum yang digelar di dalam Kota Poso, Sabtu (3/11), menyatakan akan menggugat Polri dan telah meminta divisum di RSU Poso pada Selasa (6/11). (Ant/juanda)


Sumber :  Ant/Bisnis indonesia
 

Label 4

Label 5

Label 6

Label 11

Label 12

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kepolisian RI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger